Resensi Buku Love for Imperfect Things

Siapa dari kita yang bisa hidup tanpa cinta? Cinta tak hanya mendatangkan kebahagiaan, namun juga kesengsaraan jika tak pandai mengolah rasa. Tak ada cinta yang sempurna buat makhluk yang bernama manusia. Tapi manusia bisa mencari segi positif dari perasaan cinta itu sendiri. Semangat yang membara, hati yang bahagia, senyuman yang selalu indah merekah, dan hubungan yang terjaga satu sama lain adalah sisi positif dari hadirnya perasaan cinta.
Namun, apakah kita sudah mencintai diri sendiri? Lalu, sudah sebaik apakah kita dalam mencintai diri sendiri? Kali ini, saya akan mengulas sebuah buku karya dari Haemin Sunim yang berjudul Love for Imperfect Things yang berbicara tentang bagaimana mencintai ketidaksempurnaan

Resensi Buku Love For Imperfect Things

Tak perlu berpanjang lebar, berikut akan saya menulis resensi Love For Imperfect Things, sebuah buku yang menurut saya sangat memotivasi ini.

1. Identitas Buku

– Judul: Love for Imperfect Things
– Penulis: Haemin Sunim
– Penerjemah bahasa Inggris ke bahasa Indonesia: Daniel Santosa
– Penyunting: Katrine Gabby Kusuma
– Ilustrasi Sampul dan Isi: Lee EunkKyun
– Sampul dan Isi Diolah Kembali oleh Teguh Tri Erdyan
– EDISI Cetakan kelima, Oktober 2021
– Penerbitan Jakarta : POP, 2021
– Tebal : 265 halaman
– Penerbit POP, imprint Kepustakaan Populer Gramedia
– ISBN : 978-602-481-430-4
Love For Imperfect Things

2. Isi Buku

Love for Imperfect Things merupakan buku yang membahas tentang cinta, yang ditulis oleh seorang guru agama Buddha populer yang mengajar Zen, yaitu Haemin Sunim. Buku ini merupakan karya kedua setelah buku sebelumnya berjudul “The Things You Can Only See When You Slow Down”, yang merupakan buku dengan penjualan tinggi yaitu 300.000 buku.
Buku ini terdiri dari delapan bab, yaitu
1. Self Care (Memelihara Diri),
2. Family (Keluarg),
3. Empathy (Empati),
4. Relationship (Hubungan),
5. Courage (Keberanian),
6. Healing (Penyembuhan),
7. Enlightenment (Pencerahan), dan
8. Acceptence (Penerimaan).
Di dalam buku ini terdapat beberapa esai pendek yang ditulis Haemin Sunim berdasarkan pengalaman pribadi saat mengajar kuliah umum selama bertahun-tahun dan membantu sesamanya dalam ‘merawat diri’ melalui tanya jawab di akun media sosial miliknya.
Dalam bukunya, Haemin Sunim mengajak pembaca untuk dapat memahami diri sendiri, termasuk mencintai diri sendiri. Bahwasanya cinta adalah perasaan yang tak hanya memiliki sisi positif, tapi juga sisi negatif yang didalamnya terdapat rasa kecewa.
Siapa yang mampu mendefinisikan cinta? Masing-masing orang memiliki definisi yang berbeda. Dan tiap orang juga mempunyai alasan berbeda dalam mencintai seseorang. Seperti yang ditulis Haemin Sunim pada halaman 89 buku ini.
“Ada orang-orang yang mencintai kita apa adanya, dan ada pula orang-orang yang mencintai kita karena perbuatan kita. Cinta yang berasal dari orang-orang yang mencintai kita apa adanya tidak akan berubah, walaupun kita membuat kesalahan atau mengalami kegagalan. Orang-orang seperti itulah teman-teman dan keluarga sejati kita.” (Love for Imperfect Things, hlm. 89)
Haemin juga memberi tahu pada pembaca bagaimana jika mengalami perpisahan dan mengalami perasaan tak enak yang mengiringi perpisahan itu sendiri seperti tertolak, kecewa, dan kesepian. Tidak membenci orang yang sudah melukai kita adalah balas dendam terbaik, yang tidak akan meninggalkan bekas luka dalam hati kita .
Love For Imperfect Things
Sebuah buku yang sangat memotivasi dalam mencintai diri sendiri

3. Quotes

Di antara quote-quote yang terdapat dalam buku ini, saya merasa paling suka pada quote berikut ini :
“Cobalah untuk mengungkapkan perasaan kita. Walaupun orang lain mungkin akan tersinggung awalnya, pada akhirnya dia akan berterima kasih karena kita mau jujur. Kebenaran akan membebaskan, baik orang yang mengatakannya maupun yang mendengarnya.” 

4. Kelebihan buku Love For Imperfect Things 

Siapapun yang membaca buku ini, termasuk saya, akan merasakan lebih tenang dan lebih bijaksana dalam menghadapi permasalahan terutama cinta dan akan termotivasi untuk lebih baik lagi dalam mencintai diri sendiri sebagai modal untuk mencintai orang lain dengan baik.
Buku ini juga memuat banyak quote yang bagus-bagus sebagai penyemangat diri. Dan bukunya juga menarik dari segi desain, ada beberapa gambar di dalamnya dan warnanya juga cerah, membuat pembaca tidak merasa bosan

5. Kekurangan buku Love For Imperfect Things 

Saya tidak tahu apakah ini bisa dianggap sebuah kekurangan. Buat saya, harga buku ini terasa mahal. Tapi mungkin teman-teman bisa mencari buku ini di e-commerce yang menawarkan harga yang lebih murah dengan banyak promosi didalamnya.
Selamat membaca
 
Dan untuk ulasan tentang buku yang lainnya, kamu bisa baca di kategori buku yaaa.
READ  Perjalanan 128 tahun BRI untuk Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *